← Kembali ke Daftar Artikel
Dipublikasikan pada

"Nek Wani, Ojo Wedi-Wedi": Pagi Penuh Semangat Gerakan Rakyat Sleman

SLEMAN — "Hidup!" "Jaya!" "YESS!"

Teriakan itu memecah pagi yang masih sejuk di sebuah ruang terbuka di Sleman, Sabtu, 12 September 2026. Tujuh belas orang yang duduk bersila di atas karpet menyahut serempak, sebagian sambil mengepalkan tangan, sebagian lagi sambil tertawa. Tidak ada kursi berjajar, tidak ada panggung. Yang ada hanya lingkaran orang-orang biasa — bapak-bapak dan ibu-ibu dari berbagai penjuru Sleman — yang memilih menghabiskan Sabtu pagi mereka untuk satu pertanyaan: bagaimana politik bisa kembali berguna bagi warga?

Pengurus Partai Gerakan Rakyat Sleman berfoto bersama membentangkan spanduk DPD Kabupaten Sleman
Pengurus Partai Gerakan Rakyat Sleman berfoto bersama seusai rapat koordinasi, Sabtu (12/9/2026).

Mereka adalah pengurus Partai Gerakan Rakyat (PGR) Sleman. Pagi itu, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Sleman, Firman Hamidi, bersama Wahyudi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat DIY, mengajak para pengurus menyusun langkah untuk bulan-bulan ke depan.

Simak suasana rapatnya dalam video berikut:

Video tidak muncul? Tonton langsung di TikTok @gerakanrakyat.sleman

Partai baru, tak perlu minder

Semua yang hadir tahu, jalan yang mereka pilih tidak mudah. Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sedang di titik rendah. Berita korupsi datang silih berganti, dan banyak warga sudah telanjur menganggap partai hanya muncul menjelang pemilu, membawa amplop, lalu menghilang.

Tapi justru di situlah Gerakan Rakyat ingin berbeda. Wahyudi mengingatkan agar pengurus tidak sibuk membandingkan diri dengan partai-partai besar yang sudah puluhan tahun berdiri. Gerakan Rakyat memang baru belajar berjalan. Namun partai yang lahir tanpa beban masa lalu punya kesempatan yang tidak dimiliki partai lama: membangun kepercayaan dari nol, dengan cara yang bersih.

"Nek wani, ojo wedi-wedi"

Suasana makin hangat ketika Ramadhan, salah satu pengurus senior, angkat bicara. Dengan bahasa Jawa yang lugas, ia menyalakan semangat rekan-rekannya.

"Nek wedi ojo wani-wani, nek wani ojo wedi-wedi. Ojo cilik ati, ojo kakehan alasan."

— Ramadhan, pengurus Partai Gerakan Rakyat Sleman

Kalau takut, jangan coba-coba. Kalau sudah berani, jangan setengah hati. Jangan berkecil hati, jangan banyak alasan.

Bagi Ramadhan, masuk partai bukan soal mencari kedudukan. Siapa pun yang bergabung dengan gerakan yang ingin memperbaiki keadaan harus lebih dulu menjaga sikap, perilaku, dan akhlaknya sendiri. Ia lalu mengutip pepatah Jawa jer basuki mawa bea: setiap cita-cita besar menuntut pengorbanan. Karena itu partai tidak boleh cuma menunggu. Partai harus berani membangun kekuatannya sendiri.

Dari rapat, lahir gerakan ekonomi

Gagasan itu tidak berhenti di ruang rapat. Forum sepakat bahwa Partai Gerakan Rakyat Sleman akan merintis gerakan ekonomi bersama rakyat, yaitu usaha bersama dan program pemberdayaan ekonomi yang manfaatnya kembali ke warga.

Ini jawaban langsung atas anggapan lama bahwa politik selalu soal "wani piro". Gerakan Rakyat ingin membalik logika itu. Partai tidak datang membagi uang. Partai datang mengajak warga membangun sumber penghidupan bersama. Rinciannya kini tengah dimatangkan bersama DPW Gerakan Rakyat DIY.

Yang akan datang

Rapat pagi itu juga menyepakati beberapa langkah lanjutan:

  • Acara akbar se-DIY. Semangat yang menyala di Sleman akan dibawa ke panggung yang lebih besar, yaitu acara motivasi dan konsolidasi bagi seluruh anggota dan simpatisan Gerakan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Video yel-yel dan mars PGR. Tim media tengah menyiapkan video berisi yel-yel, mars, dan cerita kegiatan Gerakan Rakyat untuk dibagikan ke masyarakat luas.
  • Kepengurusan sampai ke ranting. Gerakan Rakyat membuka pintu bagi warga yang ingin terlibat, dari tingkat kabupaten, kapanewon, hingga padukuhan.

Tidak perlu jadi orang besar untuk ikut

Rapat ditutup dengan foto bersama. Spanduk merah bergambar harimau dibentangkan, dua ibu duduk bersimpuh di barisan depan, dan belasan orang di belakangnya berdiri berdempetan sambil tersenyum ke kamera. Tidak ada tokoh nasional di foto itu, tidak ada pejabat. Hanya warga Sleman yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkaran kecil di atas karpet, dengan semangat, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.

Lingkaran itu masih punya banyak tempat kosong.

Mau ikut bergerak? Daftar melalui www.partaigerakanrakyat.diy atau sapa kami di Instagram @dpdpgrsleman.


Kontak Media
Yoga Samsugiharja
081578613875

Gerakan Rakyat DIY

Mari bergerak bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Daftar Sekarang
"Nek Wani, Ojo Wedi-Wedi": Pagi Penuh Semangat Gerakan Rakyat Sleman - Partai Gerakan Rakyat DIY