SLEMAN — Di bawah mural burung garuda yang membentang hampir seluruh dinding Cafe DC Reborn, belasan pengurus Partai Gerakan Rakyat Sleman merapatkan meja pada Selasa siang, 4 Agustus 2026. Tidak ada podium, tidak ada rangkaian sambutan. Yang ada hanya lingkaran orang-orang yang datang dari kapanewon berbeda, saling menyebut nama, lalu mulai bicara tentang satu hal yang sama: apa yang bisa dikerjakan untuk warga dalam beberapa pekan ke depan.
Rapat konsolidasi itu berlangsung cair. Satu per satu peserta memperkenalkan diri dan mengabarkan perkembangan di wilayah masing-masing — siapa yang baru bergabung, kegiatan apa yang sedang jalan, hambatan apa yang ditemui di lapangan. Ada yang mencatat, ada yang menyela dengan tawa, ada yang menyahut dengan usulan. Dari perkenalan yang tampak sederhana itulah konsolidasi ini sebetulnya dimulai: memastikan bahwa orang-orang yang selama ini bekerja sendiri-sendiri di kapanewonnya tahu bahwa mereka tidak sendirian.
"Gerakan Rakyat lahir dari keresahan masyarakat. Keresahan bahwa politik selama ini berjalan terlalu jauh dari dapur dan halaman rumah warga. Suara rakyat dicari lima tahun sekali, sesudah itu ditinggalkan. Kita berdiri justru untuk membalik urutan itu — kerja dulu bersama warga, bukan janji dulu."
— Firman Hamidi, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Sleman
Dari meja panjang yang dirapatkan itu, forum menyepakati tiga hal.
Yang pertama, merawat silaturahmi
Pengurus sepakat bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak terletak pada bagan struktur, melainkan pada seberapa erat orang-orang di dalamnya saling mengenal dan saling percaya. Pertemuan seperti ini akan digelar berkala, tidak menunggu ada agenda besar, supaya komunikasi antarpengurus tetap hidup di luar forum resmi.
Yang kedua, menyiapkan program
Dua agenda menjadi prioritas terdekat. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan dikerjakan bersama warga di tingkat padukuhan dan kampung — bukan sebagai panggung partai, melainkan sebagai kerja bareng yang sudah lama jadi tradisi warga sendiri. Bersamaan dengan itu, forum menggodok sejumlah usulan bakti sosial sebagai bentuk kehadiran yang paling langsung terasa. Beberapa ide sempat mengemuka dan ditampung; rincian teknis serta penanggung jawab tiap kegiatan akan difinalkan pada pertemuan lanjutan.
Yang ketiga, membuka pintu lebih lebar
Forum menyepakati dibukanya perekrutan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) baru, agar jangkauan organisasi turun sampai ke tingkat kapanewon dan tidak berhenti di kabupaten. Bagi Partai Gerakan Rakyat Sleman, perekrutan ini bukan sekadar mengisi kursi kepengurusan, melainkan mengajak lebih banyak warga yang punya keresahan serupa untuk ikut mengerjakan jalan keluarnya.
Warga yang berminat dapat mendaftar melalui situs www.partaigerakanrakyat.diy atau menghubungi akun Instagram Gerakan Rakyat di daerah masing-masing — untuk Sleman melalui @dpdpgrsleman.
Rapat bubar ketika gelas-gelas es teh sudah tandas dan piring gorengan tinggal remah. Tidak ada yang muluk-muluk diputuskan siang itu. Tapi belasan orang pulang membawa daftar kerja yang sama, dan tanggal 17 Agustus tinggal dua pekan lagi.
Kontak Media
Yoga Samsugiharja
081578613875